Kembali

Volume Pengguna Terus Tumbuh, Commuter Line Dukung Mobilitas Aglomerasi Jawa Tengah

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Solo dan Palur Karanganyar pada akhir pekan dan masa libur kerap menjadi periode dengan peningkatan mobilitas masyarakat untuk aktivitas pariwisata. Dalam kondisi tersebut, layanan Commuter Line di wilayah Jawa Tengah dan DIY semakin menunjukkan peran krusial dalam menopang mobilitas masyarakat.

Sepanjang tahun 2025 kemarin, jumlah pengguna tercatat melampaui 10,1 juta orang. Angka tersebut didominasi oleh pergerakan pekerja, pelajar, dan masyarakat umum yang setiap hari berpindah antar kabupaten dan kota. Jumlah ini naik 13,4 persen dari tahun 2024 yang tercatat di angka 8,9 juta orang, atau lebih tinggi 21,9 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebanyak 7,3 juta orang.

Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter menyampaikan bahwa koridor Solo–Yogyakarta hingga Kutoarjo menjadi tulang punggung pergerakan tersebut, seiring kuatnya keterkaitan antara kawasan perkantoran, hunian, pusat pendidikan, sentra ekonomi, serta layanan publik. Intensitas perjalanan ini terefleksikan dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang menempatkan wilayah Jateng–DIY sebagai salah satu kawasan dengan tingkat mobilisasi tertinggi di Indonesia.

Peningkatan jumlah pengguna Commuter Line juga mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat akan moda transportasi terjadwal dan terjangkau. Kehadiran layanan ini dinilai mampu menjawab tantangan kepadatan lalu lintas perkotaan sekaligus menghadirkan alternatif transportasi perjalanan ramah lingkungan untuk mobilitas harian masyarakat.

“Data pergerakan penumpang Commuter Line Wilayah VI Yogyakarta menunjukkan aktivitas yang tinggi, dengan Stasiun Yogyakarta sebagai simpul utama yang mencatatkan volume pengguna terbanyak. Disusul Stasiun Lempuyangan, Solo Balapan, dan Palur yang juga mencatat jumlah naik-turun penumpang cukup signifikan,” jelas Karina.

Lebih lanjut, Karina menyampaikan bahwa sepanjang Januari 2026 kemarin, di Stasiun Yogyakarta pengguna Commuter Line Yogyakarta–Palur mencapai 172.492 orang dan pengguna Commuter Line Prameks sebanyak 43.117 orang. Angka ini meningkat sebanyak 12,5 persen untuk Commuter Line Yogyakarta–Palur dan 12,1 persen untuk Commuter Line Prameks dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 lalu.

Sementara itu, di Stasiun Solo Balapan pengguna Commuter Line Yogyakarta–Palur mencapai 758.375 orang dan pengguna Commuter Line Prameks sebanyak 94.567 orang. Angka ini meningkat sebanyak 6 persen untuk Commuter Line Yogyakarta–Palur dan 9 persen untuk Commuter Line Prameks dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 lalu.

Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan nyata dalam kebiasaan perjalanan masyarakat, di mana Commuter Line tidak lagi sekadar alternatif transportasi, melainkan telah menjadi bagian dari rutinitas harian. “Peningkatan pelanggan di berbagai layanan menunjukkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel,” tambah Karina. 

Dengan frekuensi 27–31 perjalanan per hari yang melayani 11 stasiun utama untuk Commuter Line Yogyakarta–Palur, serta 10 perjalanan yang melayani 5 stasiun utama untuk Commuter Line Prameks, layanan ini menjadi penghubung strategis antara kawasan permukiman dan pusat aktivitas ekonomi. Transformasi ini didukung oleh kemudahan akses, ketepatan jadwal, kepastian waktu tempuh, serta harga tiket yang terjangkau.

Pengembangan fasilitas layanan di stasiun saat ini bukan hanya memberikan kenyamanan namun juga terintegrasi dan terkoneksi dengan transportasi lain, fasum dan fasos yang dekat dengan stasiun sehingga terbentuk ekosistem transportasi yang sistematis dan berkelanjutan.

“Ke depan, penguatan layanan dan keterhubungan antar kawasan akan terus mendorong peran Commuter Line sebagai sistem transportasi perkotaan yang efisien, berkelanjutan, dan terjangkau, yang mampu menopang dinamika ekonomi serta sosial wilayah Yogyakarta–Solo–Kutoarjo dan sekitarnya,” tutup Karina.